BISNIS-BISNIS YANG GAGAL DAN IMPIAN YANG MASIH DI AWANG-AWANG

21.02

cerita bisnis

Bisnis-Bisnis yang Gagal dan Impian yang Masih di Awang-Awang : Kemarin saya ketemu teman semasa kuliah. Dianya nanya, gimana nih bisnisnya? Saya Cuma cengengesan, keinget impian masa lalu : punya bisnis yang sukses dan berkah. Pemikiran saya dulu *sekarang juga sih* orang yang memilih berwirausaha ketimbang kerja di perusahaan adalah orang yang kece.

Cerita-cerita tentang berwirausaha, sebenarnya saya sudah beberapa kali memulai usaha. Dari masa-masa kuliah dulu hingga kini. Dari yang cuma iseng dan memanfaatkan yang ada, ngandelin uang tabungan saat kuliah, sampai yang modalnya puluhan juta dan berakhir dengan merugi. Dari yang usaha sendiri, berdua ama temen, sampai yang rame-rame. Semuanya saya jabanin karena memang saya pengennya jadi pengusaha.

Beberapa usaha yang pernah saya rintis di antaranya :

DnA
DnA adalah singkatan dari Diah dan Ayu yang saya jalankan bersama teman sekos saya saat kuliah dulu. Berbekal uang tabungan, kami patungan membeli mesin printer untuk usaha kami yang meliputi print, fotocopy, dan scan file/tugas kuliah di rumah kos-kosan kami dan penyewaan novel dan komik ke teman-teman di kampus. Usaha ini lumayan sukses tapi harus terhenti karena kami harus KKN ke luar kota.
usaha kecil
Diah dan Ayu :)

Kamus Anak Kreatif
Ini usaha saya bersama dua sahabat saya, Rinda dan Rudi. Namanya Kamus Anak Kreatif. Produknya berupa kamus Inggris-Indonesia Indonesia-Inggris yang dibuat gantungan kunci/tas. Isi kamusnya sih tinggal diprint dan fotocopy saja karena Rudi sudah punya softcopy-nya. Lalu dipotong sesuai ukuran, digabungin dan buat cover kamusnya. Lumayan menarik dan ada peminatnya, tapi ngerjainnya yang nggak sanggup. Njelimet broooh *yang namanya handmade emang butuh kesabaran ya*. Karena harga jual nggak sesuai dengan keribetan membuatnya, usaha ini pun terhenti. Hanya sampai 2 kali produksi saja.

Dinda Aksesories
Tak berhasil dalam usaha Kamus Anak Kreatif, saya dan Rinda *Dinda itu singkatan dari Diah dan Rinda* buat usaha berdua aksesoris handmade. Kami buat kalung, gelang dari mote karena bahannya murah. Jadi jualnya juga bisa dengan harga terjangkau, mengingat sasaran pembeli kami adalah teman-teman kuliah. Yang ini pun gagal karena entah kenapa saat itu kami berdua tak begitu pede promosi ke teman-teman.

Koper Event Organizer
Kebetulan saya dan teman-teman seangkatan di organisasi saat itu lagi seneng-senengnya buat event. Jadi lah kami buat EO sebagai wadah buat menampung ide-ide liar kami kala itu. Saat itu kami ada 7 orang dan semuanya perempuan. Usaha ini cukup sukses. Lewat Koper Organizer ini kami sempat menerbitkan buku, mengadakan trip dan banyak peminatnya, juga menjadi EO lokal bagi penyelenggara acara dari luar kota. Kami juga pernah ngundang artis ibu kota dan ngerasain susahnya ngejaga artis yang lagi hits-hitsnya dari serbuan fans.

Arif Pocong
Bersama teman-teman Koper saat mengundang Arif Pocong
Lantas, kenapa Koper Event Organizer akhirnya terhenti padahal punya peluang yang besar kala itu? Jawabannya adalah karena sebagian besar dari kami kala itu belum selesai kuliah. Dan yang sudah lulus kebetulan mendapat pekerjaan di luar kota. Satu persatu melangkah dengan jalannya sendiri. Koper Event Organizer pun tinggal kenangan.

DW Aksesoris
Terhenti langkah di EO, saya memutuskan kembali menggeluti usaha aksesoris handmade. Kali ini bersama junior saya di kampus, namanya Wira. Jadilah usaha dengan nama DW (Diah Wira) Aksesoris. Penjualannya sebenarnya lumayan, cuma lagi-lagi harus terhenti karena Wira memutuskan untuk fokus ngerjain skripsi *kami sama-sama belum lulus saat itu. Tapi saya pilih lanjut kerja, cari uang buat modal skripsi, dan Wira pilih fokus nyelesain skripsi walaupun akhirnya kami wisudanya bareng*

Mormonst
Usaha kali ini modalnya cukup besar. Budi daya jamur tiram yang kami beri nama Mormonst. Bareng si Ayu yang dulu partner saya buka usaha DnA. Selain modalnya besar, usaha budi daya jamur tiram ini juga menyita waktu dan tenaga. Plus pikiran juga karena harus mikirin pemasarannya. Banyak hal yang ternyata di luar perhitungan kami sebelumnya. Usaha ini pun lagi-lagi gagal dengan modal yang cukup banyak terpakai.
budidaya jamur
Mormonts, usaha jamur tiram yang ternyata tak semudah yang dibayangkan
Nebula Café
Berbekal sisah modal dari Mormonst, saya dan Ayu membuka café di teras rumah kontrakan kami. Lebih tepat dibilang warung sih ketimbang café. Singkat cerita, usaha ini gagal karena berbagai hal.

usaha kuliner
Salah satu kreasi saya dan Ayu untuk menu di Nebula Cafe

DnA Chocolate
Karena modal banyak terbuang di Mormonts dan Nebula Café, kami akhirnya mencoba usaha dengan modal kecil lagi. Usaha cokelat karakter untuk dititipkan ke warung-warung di sekolah. Saat usaha mulai berkembang dan jumlah warung penitipan semakin banyak, eh rupiah anjlok tahun lalu. Percaya nggak percaya ini berimbas ke uang saku anak-anak sekolah tempat kami menitipkan cokelat. Penjualan pun turun drastis. Kemudian terhenti (lagi).

usaha kecil dan menengah
Balik lagi pakai nama DnA, cuma kali ini beda produk :)

Itu saja? Sebenarnya masih ada yang lain. Tapi bakal panjang banget kalau diceritain semua. Intinya impian saya buat jadi pengusaha sukses hingga kini masih di awang-awang. Tapi apakah saya menyerah?! Mudah-mudahan tidak. Tapi memang saat ini saya lebih banyak mikirnya. Beda dengan dulu, tiap ada yang ngajak buat usaha saya langsung bilang hayuk dengan semangat tanpa pikir panjang kelebihan maupun kelemahan usaha yang hendak dijalani.

Sekarang, meski tawaran untuk buka usaha bareng masih sering menghampiri dari teman-teman, saya memilih untuk tak terburu-buru. Saya memilih untuk memikirkan betul-betul usaha yang ingin dijalankan. Apalagi kalau misalnya modalnya besar, wah saya nggak mau rugi banyak seperti yang sudah pernah saya alami.

Saat ini, palingan usaha iseng-isengan *lebih kecil dari usaha kecil-kecilan :D* yang saya jalankan adalah Penov Bracelet. Usaha gelang persahabatan yang saya kerjakan untuk mengisi waktu luang dan saat bosan menulis. Meski masih iseng-iseng, tapi saya punya impian kelak usaha ini tak sekedar usaha sampingan.
priendship bracelet
Gelang persahabatan, handmade by Penov Bracelet
Pelanggan Penov Bracelet saat ini masih teman-teman aja sih. Karena memang saya promosinya cuma di BBM dan di instagram sekali-sekali. Produksinya juga by order. Jadi kalau ada yang order baru diproduksi. Palingan saya kalau mood lagi bagus ya belajar buat pola dan model gelang terbaru. Supaya produk di Penov Bracelet selalu update, maka sayanya juga harus senantiasa belajar untuk meng-upgrade diri dong.
penov bracelet
upgrade diri dengan mencoba model-model baru
Pengennya sih ya, suatu saat Penov Bracelet bisa memproduksi tidak hanya gelang. Tapi juga produk aksesoris lain. Selain itu, impian saya adalah pengen ngangkat kekayaan lokal yang ada. Misalnya saja gelang dengan motif Ulos Batak namun dengan model yang trendi. Jadi selain melestarikan warisan budaya, juga sekalian ngajak anak-anak muda buat mencintai warisan leluhur. Kan pelanggan Penov Bracelet kebanyakan anak-anak muda.

watch bracelet
Tak hanya gelang, tetapi juga jam dengan tali handmade dengan tekhnik macrame dan boleh order pola dan warna tali
Tapi tentunya semua itu nggak gampang meskipun juga nggak mustahil untuk diwujudkan. Selain kreatifitas dalam berkarya, saya butuh hal-hal lain yang mendukung, gadget misalnya. Di era digital seperti ini, kemajuan teknologi memberi peluang lebih bagi siapa saja yang ingin berkembang.
kreasi gelang cantik
Di era digital, berkreasi, mencari ide, dan promosi bisa dilakukan dengan lebih maksimal lagi dengan dukungan gadget

Tapi berdasarkan pengalaman dan melihat kondisi finansial saat ini, rasa-rasanya saya membutuhkan gadget dengan harga reasonable dan memiliki fitur yang mumpuni untuk mendukung Penov Bracelet menjadi bisnis yang sukses sesuai impian saya.

Saat ini, sepertinya yang paling pas menjadi sahabat dalam mengembangkan bisnis impian saya adalah ASUS All-in-One PC V230IC. Produk keluaran ASUS ini memiliki fitur-fitur keren yang saya percaya bisa menunjang bisnis iseng-iseng saya menjadi bisnis beneran.

Beberapa alasan yang membuat saya jatuh hati pada ASUS All-in-One PC V230IC di antaranya adalah :

  • Kekuatan komputasinya dapat menunjang bisnis tradisional dengan teknologi terkini berupa layar sentuh 10 jari, koneksi port serial (COM), modul NFC dan pembaca Smart Card untuk mendukung aplikasi bisnis.
  • Bodinya ramping dan kompak, menjadikan produk ini sempurna untuk bisnis yang memiliki keterbatasan ruang kerja.
  • ASUS All-in-One PC V230IC didukung oleh prosesor Intel® Core ™ i5 yang merupakan generasi ke-6. Lebih hemat energi. Performa super dan handal serta multitasking.
  • Grafis yang kece badai dan sound yang berkualitas.\
  • Dilengkapi dengan Solid-State Hybrid Drive (SSHD), yakni teknologi yang menggabungkan kapasitas penyimpananyang hebat dan kecepatan yang tingi dalam merespon sistem secara keseluruhan.


Saya jadi ngayal guys, meluahkan kreatifitas dengan ASUS All-in-One PC V230IC. Dengerin musik dengan suara yang ajib sambil ngedit foto-foto Penov Bracelet untuk saya share di sosial media. Atau ngedit video tutorial pembuatan Penov Bracelet, itung-itung berbagi ilmu buat gelang handmade yang saya punya. Kalau lagi nggak ada ide, ya tinggal surfing internet saja.

komputer asus
ASUS All-in-One PC V230IC mendukung aktifitas surfing internet penggunanya.
Layar sentuh yang responsif dengan tingkat akurasi yang tinggi akan mempercepat dan mempermudah pekerjaan saya. Saat sedang mencari ide untuk pengembangan model Penov Bracelet, kebiasaan saya adalah melihat-lihat gambar secara detil. ASUS All-in-One PC V230IC memiliki layar selebar 23 inci yang full HD. Membuat setiap gambar serupa dengan warna aslinya. Dengan layar sentuh yang mampu merespon sepuluh jari sekaligus, saya bisa dengan mudah melihat-lihat detil gambar dengan men-zoom ataupun memutar-mutar suatu gambar. Dan saat ide sudah saya temukan, dengan pena stylus saya bisa langsung menggambar ataupun menulis ide-ide yang saya miliki di layar saat itu juga. Ah, ini akan menjadi hal yang menyengankan sekali rasanya.
layar full HD
Layar 23 inci yang full HD, tampilan kinclong, bodi ramping ciiiin....
Sebagai perantauan yang mengontrak rumah bersama teman-teman, bodi ASUS All-in-One PC V230IC yang ramping tentunya menguntungkan saya. Jadinya nggak membutuhkan banyak tempat dong. Tau sendiri lah kan yang namanya ngontrak bareng. Mana bisa sesuka hati kita menaruh barang. Tiap beli suatu barang harus mikir-mikir dulu, masih ada ruang kosong nggak di rumah. Kalau misalnya ada, bakal ngeganggu penghuni lainnya nggak. Makanya gitu tau ASUS All-in-One PC V230IC berbodi ramping, langsung girang pengen punya. Ditambah lagi selain ramping juga efisien. Nggak pake ribet dengan kabel ini itu layaknya PC pada umumnya. Ngisi dayanya juga gampil bingits *gampang maksudnya* secara dia wireless charger, tinggal ditempatkan di dasar multifungsi, ntar kalau udah penuh bakal kelihatan di lampu indikatornya.

Koneksi port serial ASUS All-in-One PC V230IC memiliki kecepatan yang canggih dengan teknologi terbaru. Dengan USB 3.1 aktivitas transfer file jadi lebih cepat dari biasanya. Begitu juga dengan wireless connectivity and visual entertainment-nya, semuanya menggunakan teknologi baru yang oke punya.

Nih spesifikasi lengkang ASUS All-in-One V230IC, silahkan dilihat guys..!
ASUS All-in-One PC V230IC sepertinya memang dirancang untuk mendukung aktifitas bisnis penggunanya. Disain ramping, performa maksimal, dan tentu saja harga yang reasonable. Ah, saya jadi ngayal punya sebiji aja ini ASUS All-in-One PC V230IC, pasti bakal tambah semangat ngembangin usaha. Semoga saja bisa terwujud secepatnya.

Yaps, itulah guys cerita saya tentang Bisnis-Bisnis yang Gagal dan Impian yang Masih di Awang-Awang. Do’akan saya punya ASUS All-in-One PC V230IC ya, do’akan juga Penov Bracelet berkembang dan jadi besar.

Kalian punya impian bisnis? Atau cerita susah senangnya membangun bisnis? Share dong.

Sumber referensi dan foto ASUS All-in-One PC V230IC : asus.com

  • Share:

You Might Also Like

2 komentar

  1. Sukses Kak Diah untuk usahanya. Aku juga dulu bikin usaha jualan baju sama temen kampus, lumayan bbesar sih dapatnya, cuma karenasaya cuma bisa kasih modal aja, dan temen yang jalan in, pas dia lagi sibuk dengan urusannya, usaha ini pun gulung tikar

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... makasih ya kak Rin. iya kadang usaha harus terhenti bukan karena nggak ada untungnya, tapi karena nggak sempat jalaninnya ya kak. Diah pas kuliah juga pernah ngalamin yang kayak gitu :D

      Hapus